(0361)8944701 •

STYLE OPTIONS

10 Predefined Color Schemes

CHOOSE YOUR COLOR SKIN


CHOOSE YOUR LAYOUT STYLE

Patterns for Boxed Version

Images for Boxed Version


×

Ogoh-Ogoh ST Kembang Wijaya Kembangsari, Angkat Kisah Kunti Seraya

berita 614 kali 26 Feb 2019 08:02:14


Blahkiuh, KIM Blahkiuh - Pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan menyambut hari Nyepi 1941 tahun 2019, ogoh-ogoh ST Kembang Wijaya, Banjar Kembangsari, Blahkiuh mengangkat kisah "Kunti Seraya".

Dikisahkan Kerajaan Astinapura dilanda kekacauan dan bencana yang merajalela disebabkan oleh para Bhuta Kala yakni Bhuta Kalantaka dan Bhuta Kalanjaya. Terjadi malapetaka dan wabah penyakit hebat yang susah didapatkan penawarnya, rakyat menjadi kacau dan tidak menentu. Berbagai upaya dilakukan untuk menaklukan kedua bhuta kala tersebut namun tidak berhasil. Kedua bhuta kala ini tidak dapat dikalahkan oleh para kesatria Pandawa bahkan Kresna pun turun tangan untuk menghadapi kedua bhuta kala ini, namun tidak bisa berbuat banyak. Kejadian ini diketahui oleh Dewi Kunti yang ternyata kedua Bhuta Kala itu adalah pengikut Betari Dalem (Dewi Dhurga). Dewi Kunti berujar kepada Krisna “Coba saya yang akan memuja dan bertanya kepada Bhatari Durga”. Dewi Kunti kemudian dengan keberanian dan kebulatan tekad memuja Durga dengan tujuan agar Durga mau menampakkan diri sehingga Dewi Kunti bisa bertanya kepada Betari Dalem (Dewi Dhurga).

Dewi Kunti berangkat menuju ke Setra Gandamayu menghadap Ida Betari Dhurga. Setelah melakukan ritualnya, kemudian Ida Betari Dalem menampakan diri beliau. Dewi Kunti bertanya kepada Hyang Betari kenapa kejadian di negeri Pendawa bisa terjadi, apa sebabnya ?.Betari bersabda “Anakku Kunti, kau telah lupa dengan janjimu terdahulu kepadaku. Kau pernah berjanji memberikan anakmu sebagai korban kepada-Ku, ketika engkau meminta tolong kepada-Ku untuk menyelamatkan Pandawa ketika mendapat bahaya di Goa Gala-gala”. Atas sabda dari Ida Betari Dhurga maka Dewi Kunti ingat dengan janjinya untuk menghaturkan anaknya yang kembar yakni Nakula kepada Ida Hyang Betari Dalem. Dewi Kunti urung melakukannya karena bagaimanapun anak itu (Nakula) adalah anaknya walaupun anak itu anak tiri. Bagaimana kata masyarakat sampai harus mengorbankan anaknya sendiri untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Itulah yang membuat murka Hyang Betari Dalem dan mengutus Kalika Maya (murid kepercayaan Betari) untuk masuk ke dalam tubuh Dewi Kunti, yang menyebabkan Dewi Kunti menjadi kerasukan dan kehilangan kontrol. Dalam keadaan kerasukan tersebut Dewi Kunti mengambil putranya untuk menghaturkan kepada Hyang Betari.

Karena dirasuki oleh Kalika Maya maka Dewi Kunti kehilangan akal sehatnya, kehilangan rasa keibuannya. Dengan paksa, Dewi Kunti hendak membawa Nakula untuk dipersembahkan kepada Dewi Durga. Walaupun Nakula mengetahui kalau ia akan dipersembahkan kepada Dewi Durga tetapi Nakula sama sekali tidak memiliki rasa takut. Nakula dengan rela menyerahkan dirinya untuk dimakan oleh Dewi Durga demi menyelamatkan keluarga dan menyelamatkan seluruh kerajaannya.

Dewi Kunti yang dirasuki oleh Kalika Maya berhasil membawa Nakula kehadapan Hyang Betari. Setibanya di Setra Gandamayu, dengan rasa keyakinan dan berserah kepada Tuhan, Nakula mendekati Dewi Durga yang berwujud menyeramkan. Hyang Betari Durga melihat Nakula dan langsung ingin memakan Nakula. Beberapa kali Dewi Durga mencoba menggigit Nakula namun tidak berhasil. Setelah dilihat-Nya secara baik-baik oleh Hyang Betari, Beliupun merasakan keanehan pada Nakula. Akhirnya Hyang Betari mengetahui siapa sebenarnya anak ini dan teringat pesan dari Betara Siwa. Nakula ini adalah penjelmaan Sanghyang Kumara-Kumari yang tidak lain adalah putra dari Betara Siwa dan Dewi Uma. Dulu ketika di Siwa Loka, Hyang Betari Dalem adalah perwujudan Dewi Uma. Pada saat itu Dewi Uma memperlakukan Sanghyang Kumara-Kumari secara tidak adil (dianiaya) sehingga Sang Hyang Kumara terjatuh dan berdarah. Karena takut dilihat oleh orang lain, maka Dewi Uma menjilati darah Sang Hyang Kumara. Kejadian ini diketahui oleh Betara Siwa yang akhirnya mengutuk Dewi Uma menjadi raksasa yang turun ke bumi menjadi Hyang Bhairawi berdiam di Setra Gandamayu.

Adapun pesan Dewa Siwa kepada Dewi Uma sebelum turun ke bumi “Hai Dewi Uma, saat kau turun ke bumi kau akan menjadi raksasa (Bhairawi), tatkala Hyang Kumara-Kumari menjelma menjadi sepasang anak kembar, maka saat itulah kau memohon maaf dan mendapat penyupatan, untuk kembali menjadi Dewi Uma. Teringat akan hal tersebut, akhirnya Hyang Betari memohon maaf dan meminta penyupatan pada Nakula. Berubahlah Hyang Betari Dhurga (Bhairawi) menjadi Uma Dewi. Akhirnya bencana di negeri Pendawa menjadi hilang normal kembali.

Share | | | |

Tags: Blahkiuh Kabupaten Badung

Comment Form is loading comments...
READ NEWS
Tgl : 22 Apr 2021 | Jam : 19:04:13
Kereb Akasa...

handphone

Penawaran Rp.1,000,000.00
  • Dikunjungi oleh : 595780 Org
  • IP address : 3.226.76.98
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Sekilas Tentang Blahkiuh ( 5000k liked)

Type your best E-mail Address